Make your own free website on Tripod.com
 
 
 
   
 
Sejarah berdirinya IKID
   

Awal tahun 1991 jumlah anggota Muslim Indonesia di Darmstadt masih dalam jumlah kecil, kegiatan pengajian juga jarang diadakan. Dua keluarga Mahasiswa Indonesia yang dikoordinasi oleh Bapak Dr. Ing.Ferry Chaidir (Dosen Architektur di UI sekarang) sering mengadakan pertemuan yang pada awalnya cuma bertujuan untuk menjalin tali silaturrahmi.

Seorang Ustadz dari Dewan Dakwah yang bernama Bapak Drs. Muhammad Hafiz memberikan ajaran rohani Islam kepada warga Muslim Indonesia di Darmstadt. Semakin merasakan kebutuhan ajaran rohani yang Islami, kedatangan Ustadz yang berikutnya menjadi harapan . Sebagian dari warga Muslim Indonesia di Darmstadt diprakarsai oleh Bapak Dr. Ing Henki Ashadi (sekarang dosen Sipil di UI) dan Bapak Ir. Piasco Agung Sativianto. Pada tahun 1993 ada seorang guru dari Arab Palestina yaitu Hizbut Takhrir, guru tersebut memberikan ajaran rohani Islam kepada warga secara kontinyu. Di tahun 1994 ajaran rohani Islam oleh guru tersebut tidak dilanjutkan dikarenakan kesibukan dan pemahaman yang berbeda antara para murid dan guru.


Para Ustadz memberikan saran kepada warga Muslim Indonesia di Darmstadt mengenai kesulitan tersebut yaitu membuat pengajian yang dilaksanakan secara bergilir oleh warga Muslim Indonesia di Darmstadt. Karena dirasakan keinginan untuk mengisi kebutuhan rohani sangatlah besar maka sebagian besar dari Muslim Indonesia di Darmstadt memberanikan diri untuk mewujudkan usulan dari para Ustadz dalam membuat pengajian yang dilaksanakan secara kontinyu.

Berkat Hidayah dan Ridha dari Allah azawajal pada tahun 1995 berhasil mengadakan pengajian yang dilaksanakan seminggu sekali dan pengajian ini di beri nama IKID ~Ikatan Keluarga Islam Darmstadt~ . Syukur alhamdulillah kami panjatkan juga kepada Allah SWT. yang Maha Pengasih dan Maha penyayang serta salam dan shalawat dipersembahkan untuk Nabi Muhammad SWT. Warga selalu berusaha untuk menghadiri pengajian mingguan IKID dan pengajian tersebut diharapkan dapat terus berlangsung dan dilestarikan selama Muslim Indonesia tetap eksis di Darmstadt. Ternyata interest mengikuti pengajian IKID ini tidak hanya terbatas di Darmstadt saja, pada satu tahun terakhir ini dengan suka cita kami mendapatkan tiga saudara Muslim dari Frankfurt yang bergabung dengan kami.

Alhamdulillah, kegiatan IKID semakin berkembang. Keanggotaan tidak hanya terbatas mahasiswa didalam kota Darmstadt sendiri namun juga warga Muslim lainnya dari kota Gießen dan Frankfurt am Main.